 |
Sumber : KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYA |
Berada di sebelah barat kabupaten banyuwangi, Hutan De Djawatan bisa dikatakan destinasi wajib bagi wisatawan yang mencarai suasana alami. Hutan ini terkenal akan pohon-pohon besar berbentuk kanopi cantik dan memiliki kesan magis yang kuat. Bahkan banyak pengunjung yang berpendapat bahwa hutan ini mirip dengan hutan dalam film The Lord of The Ring.Pada era penjajahan Belanda, hutan seluas enam hektar ini mulanya dimanfaatkan sebagai tempat penimbunan pohon jati. Namun, setelah menjadi viral di sekitar tahun 2017, lokasi ini mulai dikelola secara serius oleh Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyuwangi Selatan sebagai pemilik lahan, bekerja sama dengan Dinas Pariwisata Kabupaten Banyuwangi.
 |
| Foto : Instagram / nature_of_harmony |
Daya tarik utama hutan ini adalah pemandangan pepohonannya yang terkesan magis. Di dalam hutan ini terdapat berbagai macam pohon. Namun yang paling menjadi perhatian adalah ratusan pohon trembesi berukuran besar.
Bahkan ada beberapa di antaranya yang berusia lebih dari seratus tahun. Pohon trembesi atau pohon hujan adalah pohon yang besar yang bisa tumbuh cepat. Bentuknya menyerupai payung atau kanopi yang melebar. Uniknya, rerumputan cenderung berwarna lebih hijau di bawah pohon ini dibandingkan dengan rerumput di sekelilingnya.
Selain itu, hutan ini juga menjadi obyek wisata yang instagrammable. Berfoto di tengah hutan akan terlihat di negeri dongeng. Tak hanya berfoto dengan latar belakang pepohonan, pihak pengelola juga menyediakan beberapa spot foto yang menarik.
Diantaranya adalah spot foto di atas truk bekas dan rumah pohon. Spot foto rumah pohon merupakan spot foto yang paling banyak diminati oleh pengunjung, sehingga sering muncul antrian di titik ini. Tak hanya swafoto maupun foto bersama keluarga,
 |
| https://nusadaily.com/wp-content/uploads/2020/02/42004053_1936924283053014_2856149009685261952_n.jpg |
Hutan De Djawatan ini juga terkenal sebagai spot foto pranikah. Biasanya para pasangan memilih lokasi ini demi mendapat hasil foto dengan tema alam yang tidak biasa. Untuk mendapatkan hasil foto terbaik, sebaiknya datang pada pagi hari untuk mendapatkan golden hour atau di sore hari untuk mendapatkan sinaran warna merah yang cantik.
Di dalam hutan ini pengunjung juga dapat berwisata kuliner dengan mengunjungi beberapa lapak kuliner khas Banyuwangi yang berlokasi di sebelah timur. Warung-warung tersebut diantaranya dimiliki oleh warga asli Benculuk. Selain itu, terdapat juga cafe yang cukup modern, namun pengunjung dilarang untuk membawa makanan dari luar ke dalam cafe tersebut.
Sumber : https://travelspromo.com/htm-wisata/hutan-de-djawatan-banyuwangi/
0 komentar:
Posting Komentar